This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 04 Maret 2017

Makalah Kurikulum Pendidikan Islam



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latara Belakang
Kata “kurikulum” mulai dikenal sebagai istilah dalam dunia pendidikan lebih kurang sejak satu abad yang lalu. Istilah kurikulum muncul untuk pertama kalinya digunakan dalam bidang olahraga yang membawa orang dari start sampai finish. Kemudian di gunakan dalam bidang pendidikan dengan arti sejumlah mata pelajaran di suatu perguruan.
Keutamaan mempelajari kurikulum bagi seseorang yang menekuni dunia pendidikan adalah suatu kegiatan yang tidak boleh terlewatkan, karena berbicara pendidikan berarti berbicara kurikulum di dalamnya. Demikian halnya dengan pendidikan islam tentunya tedapat kurikulum di dalamnya. Oleh karena itu, makalah ini ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah terkait dengan kurikulum pendidikan islam sebagai salah satu materi yang harus dikuasai dan dipahami dalam mata kuliah Filsafat Pendidikan Islam.[1]

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari kurikulum pendidikan islam ?
2.      Apa saja dasar-dasar kurikulum pendidikan islam ?
3.      Bagaimana prinsip-prinsip kurikulum pendidikan islam ?
4.      Bagaimana karakteristik dan komponen kurikulum pendidikan islam ?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui apa pengertian dari kurikulum pendidikan islam.
2.      Untuk mengetahui apa saja dasar-dasar kurikulum pendidikan islam.
3.      Untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip kurikulum pendidikan islam.
4.      Untuk memahami bagaimana karakteristik dan komponen kurikulum pendidikan islam.












BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Kurikulum Pendidikan Islam
Kata “kurikulum” berasal dari bahasa Yunani yang semula digunakan dalam bidang olahraga, yaitu currere yang berarti jarak tempuh lari, yakni jarak yang harus ditempuh dala kegiatan berlari mulai dari  start hingga finish. Pengertian ini kemudian diterapkan dalam bidang pendidikan. Dalam bahasa Arab, istilah “kurikulum” diartikan dengan Manhaj, yakni jalan yang terang, atau jalan terang dilalui oleh manusia pada bidang kehidupannya. Dalam konteks pendidikan, kurikulum berarti jalan terang yang dilalui oleh pendidik atau guru dengan peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap serta nilai-nilai. Al-Khauli (1981) menjelaskan al-Manhaj sebagai seperangkat rencana dan media untuk mengantarkan lembaga pendidikan dalam mewujudkan tujuan yang diinginkan di mana guru dan murid terlibat di dalamnya.[2]
Istilah kurikulum kemudian digunakan untuk menunjukkan tentang segala mata pelajaran yang dipelajari dan juga semua pengalaman yang harus diperoleh serta semua kegiatan yang harus dilakukan anak. Akan tetapi, bila dibicarakan tentang apa yang disebut experience curriculum atau activity curriculum, maka hal itu akan menyangkut masalah metode pendidikan.
Sesungguhnya apa yang dimaksud dengan experience curriculum dan  activity curriculum itu, dalam pengertian modern sekarang, termasuk kurikulum bukan termasuk metode, karena berkaitan dengan penemuan pengalaman dan kegiatan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Pendekatan kata kurikulum bukan sekedar rangkaian ilmu pengetahuan yang diajarkan dalam kelas, melainkan menyangkut juga semua hala yang mempengaruhi proses belajar mengajar.
Pengertian kurikulum yang dikemukakan oleh para ahli rupanya sangat berpariasi, tetapi dari bebrapa definisi itu dapat ditarik benang merah, bahwa di satu pihak ada yang menekankan pada isi pelajaran atau mata kuliah, dan di lain pihak lebih menekankan pada proses atau pengalaman belajar.
Salah satu tugas pokok filsafat pendidikan islam adalah memberikan kompas atau arah dan tujuan pendidikan islam. Suatu tujuan kependidikan yang hendak dicapai harus direncanakan (diprogramkan) dalam apa yang disebut “kurikulum”.
Antara tujuan dan program harus ada kesesuaian atau kesinambungan. Tujuan yang harus dicapai harus tergambar di dalam program yang tertuang di dalam kurikulum, bahkan program itulah yang mencerminkan arah dan tujuan yang diinginkan dalam proses kependidikan.
Oleh karena itu, kurikulum merupakan factor yang sangat penting dalam proses kependidikan dalam suatu lembaga kependidikan islam. Segala hal yang harus diketahui atau diresapi serta dihayati oleh anak didik harus ditetapkan dalam kurikulum itu. Dengan demikian, dalam kurikulum tergambar jelas secara berencana bagaimana dan apa saja yang harus terjadi dalam proses belajar mengajar yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik. Jadi, kurikulum menggambarkan kegiatan belajar mengajar dalam suatu lembaga kependidikan.
Di dalam kurikulum tidak hanya dijabarkan serangkaian ilmu pengetahuan yang harus diajarkan oleh pendidik (guru) kepada peserta didik, dan peserta didik mempelajarinya, tetapi juga segala kegiatan yang bersifat kependidikan yang dipandang perlu, karena mempunya pengaruh terhadap anak didik, dalam rangka mencapai tujuan pendidikan islam, misalnya olahraga, kepramukaan, widya wisata, seni budaya, mempunyai pengaruh cukup besar dalam proses mendidik anak didik, sehingga perlu diintegrasikan ke dalam kurikulum.
Adapun pendidikan dengan seluruh totalitasnya dalam konteks islam inheren dengan konotasi istilah “tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib” yang harus dipahami secara bersama-sama. Ketiga istilah ini mengandung makna yang mendalam menyangkut manusia dan masyarakat serta lingkungan yang dalam hubungannya dengan Tuhan saling berkaitan satu sama lain. Istilah-istilah itu pula sekaligus menjelaskan ruang lingkup pendidikan islam: informal, formal dan non formal.
Hasan Langgulung merumuskan pendidikan islam sebagai suatu proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat.
Dari berbagai literatur terdapat berbagi macam pengertian pendidikan islam. Menurut Athiyah Al-Abrasy, pendidikan islam adalah mempersiapkan manusia supaya hidup dengan sempurna dan bahagia, mencintai tanah air, tegap jasmaninya, sempurna budi pekertinya, pola pikirnya teratur dengan rapi, perasaannya halus, profesiaonal dalam bekerja dan manis tutur sapanya. Sedangkan Ahmad D. Marimba memberikan pengertian bahwa pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran islam.
Sedangkan menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas, pendidikan adalah suatu proses penamaan sesuatu ke dalam diri manusia mengacu kepada metode dan sistem penamaan secara bertahap, dan kepada manusia penerima proses dan kandungan pendidikan tersebut. Dari definisi dan pengertian itu ada tiga unsur yang membentuk pendidikan yaitu adanya proses, kandungan, dan penerima. Kemudian disimpulkan lebih lanjut yaitu ”sesuatu yang secara bertahap ditanamkan ke dalam diri manusia”. Jadi, definisi pendidikan islam adalah, pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan ke dalam diri manusia, tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan, sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan tempat Tuhan yang tepat di dalam tatanan wujud dan kepribadian.    
Oleh karena itu, kurikulum pendidikan islam bisa diartikan
penemuan pengalaman dan kegiatan peserta didik dalam proses belajar mengajar yang berdasarkan islam atau system pendidikan yang islami.[3]

B.     Dasar-dasar Kurikulum Pendidikan Islam
Kurikulum sebagai salah satu komponen pendidikan memiliki peranan penting dalam  tujuan pendidikan yang diharapkan. Untuk itu, kurikulum merupakan pedoman untuk memengaruhi dan membentuk proses pembelajaran. Kesalahan dalam penyusunan kurikulum akan menyebabkan kegagalan suatu pendidikan.
Herman H. Horney memberikan dasar bagi penyusun kurikulum ada 3 macam, yaitu:
1.      Dasar Psikologis, digunakan untuk memenuhi dan mengetahui kemampuan yang diperoleh dan kebutuhan peserta didik.
2.      Dasar Sosiologis, digunakan untuk memenuhi tuntutan masyarakat terhadap pendidikan.
3.      Dasar Filosofis, digunakan untuk mengetahui nilai yang akan dicapai.
Dasar kurikulum yang dipaparkan di atas masih belum bisa untuk dijadikan sebagai dasar kurikulum pendidikan islam, karena dalam pendidikan islam ada usaha-usaha untuk mentransfer dan menanamkan nilai-nilai agama (Ilahiah) sebagai titik sentral tujuan dan proses pendidikan islam. Oleh karena itu, Al-Syaibany memberikan kerangka dasar yang jelas tentang kurikulum pendidikan islam, seperti yang dipaparkan dibawah ini:
1.      Dasar Agama
Dasar ini hendaknya menjadi ruh dan target tertinggi dalam kurikulum. Dasar agama dalam kurikulum pendidikan islam jelas harus diajarkan dengan berpedoman kepada Al-Qur’an, Al-Hadits, Al-Sunnah, dan sumber-sumber yang bersifat furu’ lainnya.
2.      Dasar Falsafah
Dasar ini memberikan pedoman bagi tujuan pendidikan islam secara filosofis, sehingga tujuan, isi, dan organisasi kurikulum mengandung suatu kebenaran dan pandangan hidup dalam bentuk nilai-nilai yang diyakini sebagai suatu kebenaran, baik ditinjau dari segi ontology, epistemology, maupun aksiologi.
3.      Dasar Psikologis
Dasar ini memberikan landasan dalam perumusan kurikulum yang sejalan dengan ciri-ciri perkembangan psikis peserta didik, sesuai dengan tahap kematangan dan bakatnya, memperhatikan kecakapan pemikiran dan perbedaan perorangan antar satu peserta didik dengan yang lainnya.
4.      Dasar Sosial
Dasar ini memberikan gambaran bagi kurikulum pendidikan islam yang tercermin pada dasar social yang mengandung ciri-ciri masyarakat islam dan kebudayaannya, baik dari segi pengetahuan, nilai-nilai ideal, cara berpikir dan adat kebiasaan, seni dan sebagainya. Sebab, tidak ada suatu masyarakat yang tidak berbudaya dan tidak ada suatu kebudayaan pun yang tidak berada pada masyarakat. Kaitannya dengan kurikulum pendidikan islam yaitu sudah tentu kurikulum harus mengakar terhadap masyarakat dan perubahan serta perkembangannya.
Dasar-dasar diatas sekiranya dapat dijadikan sebagai landasan utama pendidikan islam. Diharapkan kerikulum pendidikan islam dapat mengantarkan pendidikan islam pada tujuan yang tepat.[4]

C.    Prinsip-prinsip Kurikulum Pendidikan Islam
Menurut Kilpatrick, suatu kurikulum yang baik perlu didasarkan pada tiga prinsip, sebagai berikut:
1.      Meningkatkan kualitas hidup anak didik pada setiap jenjang sekolah.
2.      Menjadikan kehidupan actual anak ke arah perkembangan dalam suatu kehidupan yang bulat dan menyeluruh (all round living). Ia dapat berkembang ke arah tingkat kehidupan masyarakat yang paling baik yang harus diusahakan oleh sekolah yang tidak menghambat masyarakat serta perkembangan kualitas yang tinggi dari hidup anak didik.
3.      Mengembangkan aspek kreatif kehidupan sebagai suatu uji coba atas keberhasilan sekolah, sehingga anak didik mampu berkembang dalam kemampuannya yang actual untuk aktif memikirkan hal-hal baru yang baik diamalkan. Dengan demikian ia dapat mempertanggungjawabkan atas apa yang diperbuat secara kecakapan efektif untuk mengamalkannya secara bijaksana melalui pertimbangan yang matang.
Apabila kurikulum yang didasarkan ketiga prinsip tersebut dapat dirumuskan menjadi program pengajaran di sekolah, maka sudah pasti sekolah akan mampu menghasilkan manusia paripurna. Prinsip-prinsip inilah yang disebut dengan emerging curriculum (kurikulum yang mendorong anak didik untuk maju).
            Prinsip-prinsip dalam pendidikan islam tentang penyusunan kurikulum menghendaki keterkaitannya dengan sumber pokok agama, yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits, di mana dan kapan pun lembaga pendidikan itu ada. Prinsip-prinsip yang ditetapkan Allah dan diperintahkan Rasulullah berikut ini dapat dijadikan pegangan dasar dalam kurikulum tersebut.
1.      Firman Allah SWT.:
Carilah segala apa yang telah dikaruniakan Allah kepadamu mengenai kehidupan di akhirat dan janganlah kamu melupakan nasib kehidupanmu di dunia dan berbuatlah kebaikan sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. (QS. Al-Qashash: 77).
2.      Sabda Rasulullah SAW.:
Barang siapa yang menginginkan dunia (kebahagiaan hidup di dunia), maka hendaklah ia menguasai ilmunya, dan barang siapa menghendaki akhirat (kebahagiaan hidup di akhirat), hendaklah ia menguasai ilmunya, dan barang siapa menghendaki keduanya, maka hendaklah ia menguasai ilmu keduanya (Hadits Nabi).[5]

D.    Karakteristik dan Komponen-komponen Kurikulum
Secara umum, karakteristik kurikulum pendidikan islam ialah pencerminan islami yang dihasilkan dari pemikiran berfilsafat dalam seluruh aktivitas dan kegiatan kependidikan dalam prakteknya. Konsep inilah yang membedakan kurikulum pendidikan islam dengan kurikulum pendidikan pada umumnya.
Menurut Al-Syaebany, karakteristik kurikulum pendidikan islam yaitu sebagai berikut:
1.      Kurikulum pendidikan islam harus menonjolkan mata pelajaran agama dan akhlak. Agama dan akhlak itu harus berpedoman pada Al-Qur`an dan Al-Hadit serat contoh-contoh dari tokoh terdahulu yang saleh.
2.      Kurikulum pendidikan Islam memperhatikan keseimbangan antara pribadi dan masyarakat, dunia dan akhirat, jasmani, akal dan rohani manusia.
3.      Kurikulum pendidikan Islam harus memperhatikan pengembangan menyeluruh aspek pribadi siswa, yaitu aspek jasmani, akal dan rohani. Untuk  pengembangan menyeluruh ini kurikulum harus berisi mata pelajaran yang lebih banyak, sesuai dengan tujuan pembinaan setiap aspek. Oleh karena itu, di perguruan tinggi terdapat mata kuliah seperti ilmu-ilmu Al-Qur`an termasuk Tafsir dan Qiro`ah serta mata pelajaran lainnya.
4.      Kurikulum pendidikan islam juga memperhatikan seni halus seperti ukir, pahat, tulis-indah, gambar dan sejenisnya. Dan juga memperhatikan pendidikan jasmani, latihan militer, teknik, keterampilan dan bahasa asing. Hal itu diberikan kepada perseorangan secara efektif berdasar bakat, minat dan kebutuhan.
5.       Kurikulum pendidikan islam mempertimbangkan perbedaan kebudayaan yang sering terdapat di tengah masyarakat (manusia) karena perbedaan tempat dan juga perbedaan zaman. Oleh sebab itu, kurikulum dirancang sesuai dengan kebudayaan yang berkembang seiring bergantinya zaman.
Apabila ditinjau lebih khusus lagi, kurikulum pendidikan islam memiliki karakteristik sebagai berikut:
1.      Dalam kurikulum pendidikan islam, tujuan utamanya adalah pembinaan anak didik untuk bertauhid. Oleh karena itu, semua sumber yang dianut harus berasal dari ajaran islam
2.      Kurikulum harus disesuaikan dengan fitrah manusia, sebagai makhluk yang memiliki keyakinan kepada Tuhan
3.      Kurikulum yang disajikan merupakan hasil pengujian materi dengan berlandasankan kepada Al-Qur`an dan Al-Hadits
4.      Mengarahkan minat dan bakat serta meningkatkan kemampuan akliah peserta didik serta keterampilan yang akan diterapkan dalam kehidupan yang konkret
5.      Pembinaan akhlak peserta didik, sehingga pergaulannya tidak keluar dari tuntunan islam
6.      Tidak ada batasan untuk kurikulum, karena ciri khas kurikulum islam senantiasa relevan dengan perkembangan zaman bahkan menjadi filter kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penerapannya didalam kehidupan masyarakat.
Beberapa ciri-ciri kurikulum pendidikan islam yang telah disebutkan diatas, dapat dipahami bahwa kurikulum pendidikan islam menekankan aspek spiritual tinggi dan akhlak yang mulia.
Adapun komponen-komponen kurikulum pendidikan islam yang disebutkan oleh Ahmad Tafsir (2008) adalah tujuan pendidikan, isi atau mata pelajaran, metode atau proses dalam kegiatan belajar mengajar dan evaluasi.[6]














BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan paparan materi yang telah dipaparkan oleh penulis, dapat ditarik kesimpulan bahwa kurikulum pendidikan islam adalah segala mata pelajaran yang dipelajari dan juga semua pengalaman yang harus diperoleh serta semua kegiatan yang harus dilakukan anak termasuk juga pengalaman yang memiliki dasar, prinsip, komponen serta karakteristik yang menekankan aspek spiritual tinggi dan akhlak yang mulia.

B.     Saran
Dalam memahami materi tentang kurikulum pendidikan islam hendaknya di perlukan berbagai macam literature untuk bisa lebih memahami dengan baik materi tersebut.







[1] Rudini, http://contohmakalah28.blogspot.co.id/2015/11/makalah-tentang-kurikulum pendidikan.html. Diakses pada Minggu, 26 Februari 2017 pukul 22.00 WITA
[2] Muhaimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. 2005)  hal 1-2
[3] Ihsan Hamdani, Filsafat Pendidikan Islam (Yogyakarta: Pustaka Setia. 2001) hal 3-5
[4] Muzayyin Arifin, Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta : Bumi Aksara. 2003) hal 24-27
[5] Ibid, hal 30
[6] Ibid, hal 40

Minggu, 01 Januari 2017

Matematika dan Al-Qur'an

MATEMATIKA DAN AL-QUR'AN


A.    Pengertian Matematika
Secara bahasa (lughawi), kata “matematika” berasal dari bahasa Yunani yaitu “mathema” atau mungkin juga “mathematikos” yang artinya hal-hal yang dipelajari. Bagi orang Yunani, matematika tidak hanya meliputi pengetahuan mengenai angka dan ruang, tetapi juga mengenai musik dan ilmu falak (astronomi). Nasoetion (1980:12) menyatakan bahwa matematika berasal dari bahasa Yunani “mathein” atau “manthenein” yang artinya “mempelajari”. Orang Belanda, menyebut matematika dengan wiskunde, yang artinya ilmu pasti. Sedangkan orang Arab, menyebut matematika dengan ‘ilmu al hisab, artinya ilmu berhitung.
Di Indonesia, matematika disebut dengan ilmu pasti dan ilmu hitung. Sebagian orang Indonesia memberikan plesetan menyebut matematika dengan “mati-matian” atau “mate’mate’an”, karena sulitnya mempelajari matematika. Sedangkan secara istilah, sampai saat ini belum ada definisi yang tepat mengenai matematika. Meskipun sukar untuk menentukan definisi yang tepat untuk matematika, namun pada dasarnya terdapat sifat-sifat yang mudah dikenali pada matematika. Ciri khas matematika yang tidak dimiliki pengetahuan lain adalah (1) merupakan abstraksi dari dunia nyata, (2) menggunakan bahasa simbol, dan (3) menganut pola pikir deduktif.

B. Pengertian Al-Quran
Ditinjau dari segi bahasa (Etimologi), Al Qur'an berasal dari bahasa arab, yaitu bentuk jamak dari kata benda (masdar) dari kata kerja qara'a - yaqra'u - qur'anan yang berarti bacaan atau sesuatu yang dibaca berulang-ulang. Konsep pemakaian kata tersebut dapat dijumpai pada salah satu surah al Qur'an yaitu pada surat al Qiyamah ayat 17 - 18.
Sedangkan dari segi terminology (istilah Islam), al Qur'an diartikan sebagai kalm Allah swt, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw sebagai mukjizat, disampaikan dengan jalan mutawatir dari Allah swt sendiri dengan perantara malaikat jibril dan mambaca al Qur'an dinilai ibadah kepada Allah swt. Al Qur'an adalah murni wahyu dari Allah swt, bukan dari hawa nafsu perkataan Nabi Muhammad saw. Al Qur'an memuat aturan-aturan kehidupan manusia di dunia. Al Qur'an merupakan petunjuk bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Di dalam al Qur'an terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Al Qur'an merupakan petunjuk yang dapat mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju jalan yang terang.

C. Hubungan Matematika dan Al-Quran
Matematika merupakan salah satu ilmu di mana di dalamnya terdapat berbagai macam bahasan. Seperti himpunan, sudut, statistika, dan lainnya. Namun ternyata di dalam Al-Quran juga membahas hal-hal yang berhubungan dengan matematika. Baik secara tersirat maupun tersurat. Selain itu terdapat juga perhitungan matematis dalam beberapa surat dalam Al-Quran. Berikut ini bebrapa contoh hubungan matematika dan Al-Quran:
1.      Angka Nol dan Angka Satu
Dalam bebrapa surat dalam Al-Quran terdapat ayat yang menandakan tentang ke-Esaan Allah. Di antaranya : Dalam Q.S Al Hasyr (59)
• ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻤَﻠِﻚُ ﺍﻟْﻘُﺪُّﻭﺱُ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦُ ﺍﻟْﻤُﻬَﻴْﻤِﻦُ ﺍﻟْﻌَﺰِﻳﺰُ ﺍﻟْﺠَﺒَّﺎﺭُ ﺍﻟْﻤُﺘَﻜَﺒِّﺮُ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻤَّﺎ ﻳُﺸْﺮِﻛُﻮﻥَ
Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dalam Q.S Thaahaa (20)
• ﺇِﻧَّﻨِﻲ ﺃَﻧَﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻧَﺎ ﻓَﺎﻋْﺒُﺪْﻧِﻲ ﻭَﺃَﻗِﻢِ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻟِﺬِﻛْﺮِﻱ Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. Al Ikhlash ayat 1 • ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﺣَﺪٌ Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
Dalam beberapa ayat tersebut, dapat dihubungkan dengan makna bilangan biner di matematika. Angka dalam bilangn biner yaitu 0 dan 1 (nol dan satu). Tentang keesaan Allah seperti tertera pada kata-kata yang sering di ucapkan kaum muslim yaitu syahadat. Makna La Ilaha illallah berkaitan dengan angka satu dan nol: La = tidak Illah = yang disembah, illallah = kecualli Allah tidak ada Tuhan = 0 selain Allah = 1 tidak ada Tuhan melainkan Allah; 0 = 1 – Allah Allah = 1 (bilangan syahadat atau kode keesaan Allah)
Angka 1 melambangkan keber-ada-an, keabadian, ke-Esaan, lambang ke-Tuhanan, sedangkan 0 adalah lambang ketiadaan, kelemahan, kefana-an,kesementaraan, lambang seorang hamba. Angka 0 ini menjadi bernilai tinggi manakala dia dekat dengan angka 1, namun apabila angka 0 ini jauh dengan angka 1 apalagi kalau dia berdiri sendiri maka dia tidak mempunyai nilai, walaupun kita tulis besar-besar. Paling-paling kita sebut dengan "big-zero".
2.      Angka 19
Angka 19 bukanlah sebagai angka biasa. Namun angka 19 memiliki banyak keistimewaan dibanding dengan angka-angka lain. Dalam Q.S Al-Mudatsir Ayat 31: “Dan tidaklah Kami jadikan bilangan mereka itu (angka 19) melainkan untuk menjadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya, dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu, dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir berkata: Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai perumpamaan?”.( Terj. QS.Almudatsir : 31) Dari situlah kita bisa melihat bahwasanya angka 19 memang memiliki keistimewaan, karena Allah pun sampai menyebutkannya dalam firman-Nya.
Tentang keajaiban angka 19 ini, pertama kali diteliti oleh seorang insinyur pertanian Mesir bernama Rashad Khalifa, dan hasil penemuannya pernah didemonstrasikan di London. Berikut diantara keistimewaan angka 19 yg ditemukan nya, juga dr beberapa sumber lain yg mengungkapkannya. 1. Kalimat “ BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM” terdiri dari 19 huruf. 2. Bacaan ‘Basmalah’ terdiri dari kelompok kata : ISMI-ALLAH-ARRAHMAN-ARRAHIM.. Jumlah dari kata kata tersebut dalam al Quran ternyata merupakan kelipatan angka 19. ISMI = 19 = 19 x 1 ALLAH = 2.698 = 19 x 142 ARRAHMAN = 57 = 19 x 3 ARRAHIM = 114 = 19 x 6 3. total keseluruhan surat-surat dalam Quran sebanyak 114 surat. 114 merupakan kelipatan 19 yaitu 19 x 6. 4. Bacaan ‘Basmalah’ dalam Quran ditemukan sebanyak 114 buah (atau 19 X 6 ), dengan perincian sbb: Sebanyak 113 buah ditemukan sebagai pembuka surat-surat kecuali surat ke-9 (At Taubah), sedangkan sebuah lagi ditemukan disurat ke-27 ( an Naml ) ayat : 30. 5. Wahyu pertama Surat ke-96 ( al Alaq) ayat : 1-5 terdiri dari 19 kata, dan 76 huruf (atau 19 x 4 ) 6. Wahyu terakhir Surat ke-110 / an Nashr, terdiri dari 19 kata (atau 19 x 1). 7. Bagian tengah-tengah Quran jatuh pada Surat ke-18 (Al Kahfi) ayat : 19 . 8. Keistimewaan angka 19 dalam ilmu matematika dikenal sebagai salah satu ‘Bilangan Prima’ yakni bilangan yang tak habis dibagi dengan bilangan manapun kecuali dengan angka 1 dan dirinya sendiri. Keistimewaan tersebut melambangkan bahwa Allah itu Esa, dan sifat-Nya yang serba MAHA tidak dibagikan kepada siapapun juga kecuali bagi diri-Nya sendiri. “ Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan DIA “ ( Terj. QS. Al Ikhlas : 3) 9. Angka 19 terdiri dari angka 1 dan 9, dimana dalam bilangan pokok, angka 1 merupakan bilangan pertama dan angka 9 merupakan bilangan pokok terakhir dalam sistem perhitungan kita. Keistimewaan tersebut menunjukkan sifat Allah yakni ‘Maha Awal dan Maha Akhir’ . “ DIA lah yang awal dan yang ahir” ( Terj. QS. Al Hadiid : 3) 10. Angka 1 melambangkan sifat-Nya yang ‘Maha Esa’ (surat ke-112 ayat 1). “ Katakanlah, DIA lah Allah yang satu” ( Terj. QS. Al Ikhlas : 1).Sedangkan angka 9 adalah angka yg terbesar, dan itu melambangkan sifat Allah yg ke 38, yaitu “ MAHA BESAR” 11. Dalam kalender Qomariyah 9 berdasarkan perhitungan bulan, tahun kabisat terjadi tiap 19 tahun sekali. 12. Prof. Dr.Chr.P. Raven dalam atlas anatomi, mengemukakan bahwa manusia memiliki ruas tulang leher sejumlah 7 ruas dan tulang belakang sejumlah 12 ruas. Keduanya saling berhubungan dan jumlah rusuknya, jika dijumlahkan adalah 19. ( 7 + 12)
3.      Angka Genap dan Angka Ganjil
Semua angka atau bilangan baik genap maupun ganjil itu baik. Allah SWT pun bersumpah dengan yang genap dan yang ganjil (QS. Al Fajr (89) : 1-3). Artinya : 1. demi fajar, 2. dan malam yang sepuluh, 3. dan yang genap dan yang ganjil. Beberapa hal penting yang terjadi pada angka ganjil. Beberapa contoh hal yang terjadi pada angka ganjil diantaranya adalah:
a.       Sholat witir yang biasa dilakukan tiga rakaat
b.      Tarawih yang menurut para ulama dilakukan 20 rakaat, ternyata diakhiri dengan witir. Begitu juga mereka yang melakukan tarawih 8 rakaat, mereka-pun meng-ahirinya dengan witir.
c.       Ketika Nabi hijrah ke Madinah, pada bulan puasa, beliau berperang dengan kelompok orang-orang kafir Makkah. Jumlah pasukan Nabi Saw tidak banyak, hanya 113. Angka ini sangat menarik, karena jumlahnya gajil.
d.      Peperangan itu terjadi tepat pada tanggal 17 hari jum’at bulan Ramadhan (tanggal gajil). Pertempuran itu dimenangkan oleh kaum muslimin dalam tempo tidak terlalu lama.
e.       Malam Lailatul Qodar yang terjadi pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan di malam ganjil. Pada malam malam tersebut, biasanya penduduk Arab berbondong-bondong menuju Makkah guna menyambut detik-detik turunnya al-Qur’an (Lailatul Qodar). Bukan hanya di Arab, disebagian pelosok Negeri, masjid-masjid penuh dengan jama’ah tarawih, sedangkan tangal genap banyak yang absen, karena di anggab bukan malam yang sakral.
f.       Jumlah rakaat sholat lima waktu yang berjumlah 17 rakaat.
g.      Asmaul husnah yang berjumlah 99
h.      Aqiqoh lebih afdhal dilakukan pada hari ke-7 setelah hari kelahiran bayi walapun bila dilakukan pada hari lainnya diperbolehkan
i.        Allah SWT juga menciptakan langit dan bumi tujuh lapis.
j.        Allah juga menjadikan hari ada tujuh dalam sepekan.
k.      Neraka Jahannam ada tujuh pintu.
4.      Simetri (Keseimbangan)
a.       Keseimbangan bentuk tubuh kita (simetri)
Istilah simetri diturunkan dari kata bahasa Greek,“symmetria” yang berarti ‘diukur bersama”/“measured together”. Suatu objek dikatakan simetri bila satu bagian (satu sisi) darinya adalah sama atau sebagaimana bagian lainnya Simetri di atas termasuk simetri refleksi (pencerminan), simetri refleksi (pencerminan) adalah operasi mencerminkan objek pada sebuah garis sebagai bidang cermin.
Allah menciptakan segala sesuatu berdasarkan keseimbangan, dalam Al-Qur’an Surat Al Infithar : 6 - 8 dijelaskan : 6. Hai manusia, Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu yang Maha Pemurah. 7. yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, 8. dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.
Maksud dan kandungan ayat diatas bahwasanya Allah Swt menciptakan manusia adalah dengan maksud dan tujuan yang mengandung hikmah. Poin penting adalah tidaklah maksud dan tujuan tersebut kecuali untuk kesempurnaan makhluk tidaklah bagi kesempurnaan zat-Nya (Allah Swt). Oleh karenanya, tujuan dari penciptaan, menyampaikan pada semua makhluk-Nya akan kesempurnaannya, tanpa manfaat bagi-Nya sehingga tidaklah menjadikan perbuatan-Nya sia-sia.
Dan manusia akan meraih kesempurnaan dirinya melalui jalan ibadah dan beramal, dan di dalam ibadah dan amal itu sendiri mengandung sifat kesempurnaan, dan kesempurnaan ini akan dicapai manusia setelah kematian menjemputnya. Yang merupakan kehidupan yang terbaik dari sisi jasmani dan rohani. Dengan kata lain, dunia tempat bercocok tanam dan akhirat tempat memetik hasilnya.
b.      Keseimbangan ciptaan allah swt (bilangan nol)
Dalam Pernyataan matematika :
1)      a – b = 0  a = b a dan b menunjukkan sama, sama diartikan sebagai keseimbangan ciptaan Allah Swt.
2)      a + b = 0  b = - a, menunjukkan invers atau lawan dari a. Diartikan sebagai ciptaan Allah yang saling berpasangan (berlawanan jenis).
Allah menciptakan segala sesuatunya berdasarkan keseimbangan. Firman Allah Swt : Artinya : “Hai manusia, apakah yang Telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu yang Maha Pemurah. Yang Telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang” (QS. Al Infithar : 6-7) Artinya : Yang Telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka Lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? (QS. Al Mulk : 3)
Untuk keseimbangan kelangsungan kehidupan makhluk ciptaan Allah, Allah menciptakan segala sesuatunya berpasang-pasangan (berlawanan jenis), diantaranya : laki-laki dan perempuan, daratan dan lautan. Allah berfirman :
Artinya : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS. Ar Ruum : 21)
Seorang peneliti Muslim Dr. Tariq Al-Suwaidan menemukan data menakjubkan tentang Alquran. Terlihat bahwa ada keteraturan dari kata yang ada dalam Alquran. Banyak kata yang saling berlawanan dalam Alquran adalah sama. Menunjukkan bahwa adanya keseimbangan ciptaan Allah Swt.



Sumber :


Teori Bilangan

 Contoh Soal Teori Bilangan

1. Dengan memperhatikan sifat-sifat pada operasi penjumlahan, pengurangan dan perkalian pada bilangan bulat, tunjukkan dengan argumentasi yang jelas dari setiap langkah yang digunakan untuk membuktikan bahwa pq = (-p) × {((-q) – (-r)) + (-r)}

2. Jika a|b, c|d, b|c, dan d|a, Apakah a = b = c = d? Buktikan dengan argumentasi yang jelas!

3. Jika d adalah FPB dari p dan q, maka d = px + by untuk sembarang bilangan bulat x dan y. Buktikan pernyataan tersebut!

4. Perhatikan pernyataan berikut ini:
“Jika dua bilangan adalah bilangan-bilangan yang relatif prima, maka KPK dari kedua bilangan tersebut adalah perkalian dari kedua bilangan tersebut.”
Buktikan kebenaran dari pernyataan di atas dengan argumentasi yang jelas!

5. Pada relasi keterbagian p = qk + r dengan 0 ≤ r < q maka p ≡ r (mod q). Buktikan kebenaran dari pernyataan tersebut!


*Selamat Mengerjakan*

Gudang Hiburan

 Mari Saksikan 

https://www.youtube.com/watch?v=R-jPfEPomBo&t=7s 
(Kebersamaan kelas D 2015 di Mushola Kampus II IAIN Mataram)

 https://www.youtube.com/watch?v=2R9jCA_4scc
(Beatbox by my Friends)

 https://www.youtube.com/watch?v=3c4VYiD_Bpo
(Kebersamaan kelas D Matematika 2015 IAIN Mataram Taman Loang Baloq)


*Semoga Terhibur*

English Final Exam


English Assignment by Mr. Husnawadi

Mathematic Education 

State Institute for Islamic Studies of Mataram

2016

Konsep-konsep Lingkaran


Definisi Konsep-konsep dalam Lingkaran


a.   Lingkaran (Circle) 
      Lingkaran (Circle) adalah himpunan pada titik pada bidang sedemikian sehingga segmen-segmen garis yang ditarik pada masing-masing titik  pada himpunan itu kesuatu titik tertentu congruent. Atau lebih umumnya, lingkaran adalah tempat kedudukan titik yang berjarak sama dari suatu titik tertentu.

b.  Titik pusat (Center) 
     Titik Pusat lingkaran adalah titik yang terletak di tengah-tengah lingkaran. 
 
c.    Jari-jari (Radius) 
    Jari-jari (radius) adalah segmen garis yang ditarik dari sembarang titik  pada lingkaran ketitik pusat lingkaran.
 
d.    Tali busur (Chord)
                 Tali busur (Chord) adalah segmen garis yang titik ujungnya  dua titik pada lingkaran.
 
e.     Garis tengah (Diameter)
Garis tengah (Diameter)  adalah tali busur sedemikian sehingga  salah satu titiknya adalah titik pusat lingkaran.

f.       Busur (Arc)
Busur lingkaran adalah garis lengkung yang terletak pada lengkungan lingkaran dan menghubungkan dua titik sebarang di lengkungan tersebut.

g.      Juring (Sector)
Juring (Sector) adalah daerah yang dibatasi oleh dua jari-jari dan satu busur.


h.      Tembereng (Segment)
Tembereng (Segment)  adalah daerah yang batasi oleh busur dan tali busur.

i.        Apotema
Apotema adalah garis tegak lurus yang ditarik dari pusat ligkaran ke tali busur


Sumber : Rich,Barnett. 2009. Geometry includes plane, analytic, and transformational geometries. Former Chairman, Department of Mathematics Brooklyn Technical High School, New York City  (Buku Terjemahan)